Cara Efektif juga Hemat Berlibur ke Dieng

posted on 26 Sep 2015 16:49 by pakargayahidupbagus
Jadi ceritanya kau adalah seorang petugas di sebuah kongsi, rasanya kamu hendak berlibur ke unik tempat yang cantik. Eh, namun awak terganjal dengan waktu libur yang seharga ada di Sabtu dan Minggu, target pakai jatah cuti cuma ada 12 hari selama setahun, itu pun 6 harinya udah kepotong buat lebaran. Atau kamu gak dapat jatah cuti sedikit pun sebab kamu baru bekerja belum 12 bulan secara terus menerus, karena berdasarkan UUK No. 13 Tahun 2003 Pasal 79 ayat 2 huruf C menyatakan cuma Karyawan yang sudah biasa bekerja minimal 12 bulan yang independen mendapat cuti tahunan 12 hari.

Haduh, bingung rasanya, gimana caranya berlibur paket wisata dieng tanpa harus cuti. Namun demikian di artikel berikut saya coba menyampaikan solusinya kawan. Dan destinasi yang beta sarankan pun amat indahnya, disana awak bisa melihat waduk, kawah, candi & tak ketinggalan golden sunrise pun juga bisa ada dapatkan.

Banyak bus - bus dari Jakarta menuju Wonosobo namun, sayangnya jam keberangkatannya itu masih pada saat jam sikap, umumnya bus - bus akan berangkat jam 15. 00 - 16. 30, namun ada pula bus yang enyah jam 20. 00 dan ini ialah satu - satunya, dia adalah Bus Damri, kita kudu naik dari Poolnya di Kemayoran tepatnyadi Jalan Angkasa No. 17. Ongkos guna bis kelas patas AC adalah 102 ribu. Nanti engkau bakal sampai pada Terminal Mendolo Wonosobo sekitar jam 10an. Dari terminal berikut kita lanjutkan memanjat angkot atau mikrobis yang ke haluan RSU Setyonegoro dimana disini adalah tempat ngetemnya bis Mikrobis yang ke Dieng. Ongkos untuk menuju Dieng adalah 10 ribu saja, periode perjalanan sekitar 1, 5 jam, non khawatir, karena di waktu perjalanan menunjukkan Dieng, kamu hendak disuguhkan dengan uraian indah yang memanjakan mata.

Nah, itu kalo kamu tinggal landas bis, bisa pun kamu naik sarana, namun yang maka masalah adalah tidak ada kereta yang langsung ke Wonosobo, jadinya engkau harus berhenti dalam Stasiun Purwokerto, Terminal Kutoarjo atau mampu juga di Terminal Prembun Kebumen, namun berdasarkan pengalaman abdi sebaiknya kamu susut di Stasiun Purwokerto sebab disini bertambah mudah mendapatkan mikrobis dengan tujuan Purwokerto dibandingkan dengan di Kutoarjo atau Prembun. Kereta yang pergi setelah jam sikap kantoran diantaranya merupakan Sawunggalih Malam, Bertentangan Utama Yogya, Petang Utama Solo, dan Progo, kereta itu berangkat dari Terminal Pasar Senen. Apabila kamu berangkatnya dibanding Stasiun Jakarta Kota ada Kereta Serayu Malam yang bertambah jam 21. 00, kereta ini menguasai jalur selatan jadi akan memakan ruang yang lebih lelet.

Dari Stasiun Purwokerto kamu bisa melanjutkan perjalanan menuju Terminal Purwokerto dengan naik angkot, dari Terminal Purwokerto lanjutkan bertambah mikrobis tujuan Wonosobo, nantinya turun dalam alun - arus Wonosobo, biasanya disana ada mikrobis dengan ke Dieng lagi ngetem.



Nah, saat ini kamu sudah datang Dieng nih, indah itu naik kereta atau naik bis. Baiknya kamu cari homestay dulu untuk leyeh - leyeh sebentar untuk mengembalikan energi yang sudah biasa banyak terbuang di perjalanan. Di Dieng jangan khawatir, tidak sedikit homestay - homestay yang harganya tak menguras kantong awak. Rata - papar homestay di Dieng itu sekitar 75 ribu hingga 250 ribu per malamnya, dimana harga begitu bisa kamu untuk rata apabila awak membawa teman, lazimnya 1 kamar tersebut bisa di sharing untuk 3 orang2. Makanya kalo di Dieng minimal berdua biar budget awak bisa lebih pemikiran kawan.

Cara Efektif serta Hemat Berlibur pada Dieng

posted on 26 Sep 2015 16:37 by pakargayahidupbagus
Jadi ceritanya sampeyan adalah seorang buruh di sebuah industri, rasanya kamu pengen berlibur ke suatu tempat yang menawan. Eh, namun sampeyan terganjal dengan ruang libur yang seharga ada di Sabtu dan Minggu, sasaran pakai jatah liburan cuma ada 12 hari selama setahun, itu pun 6 harinya udah kepotong buat lebaran. Ataupun kamu gak mampu jatah cuti sama sekali sebab kamu segar bekerja belum 12 bulan secara terus-menerus, karena berdasarkan UUK No. 13 Tahun 2003 Pasal 79 ayat 2 huruf C menyatakan cuma Karyawan yang telah bekerja minimal 12 bulan yang memerintah mendapat cuti tahunan 12 hari.

Haduh, bingung rasanya, gimana caranya berlibur tour dieng tanpa harus cuti. Namun di artikel tersebut saya coba melepaskan solusinya kawan. Dan destinasi yang abdi sarankan pun demi indahnya, disana awak bisa melihat waduk, kawah, candi dan tak ketinggalan golden sunrise pun juga bisa ada miliki.

Banyak bus - bus dari Daerah khusus ibukota jakarta menuju Wonosobo namun, sayangnya jam keberangkatannya itu masih saat saat jam komitmen, umumnya bus - bus akan meningkat jam 15. 00 - 16. 30, namun ada saja bus yang berangkat jam 20. 00 dan ini ialah satu - satunya, dia adalah Bus Damri, kita kudu naik dari Poolnya di Kemayoran tepatnyadi Jalan Angkasa No. 17. Ongkos guna bis kelas patas AC adalah 102 ribu. Nanti awak bakal sampai dalam Terminal Mendolo Wonosobo sekitar jam 10an. Dari terminal ini kita lanjutkan turun angkot atau mikrobis yang ke pedoman RSU Setyonegoro yang mana disini adalah tempat ngetemnya bis Mikrobis yang ke Dieng. Ongkos untuk menuju Dieng adalah 10 ribu saja, lapuk perjalanan sekitar 1, 5 jam, tidak khawatir, karena pada waktu perjalanan pergi ke Dieng, kamu mau disuguhkan dengan pandangan indah yang memanjakan mata.

Nah, tersebut kalo kamu bertambah bis, bisa juga kamu naik sarana, namun yang oleh sebab itu masalah adalah tiada kereta yang langsung ke Wonosobo, jadinya awak harus berhenti dalam Stasiun Purwokerto, Terminal Kutoarjo atau sanggup juga di Stasiun Prembun Kebumen, namun, berdasarkan pengalaman hamba sebaiknya kamu sepi di Stasiun Purwokerto sebab disini kian mudah mendapatkan mikrobis dengan tujuan Purwokerto dibandingkan dengan dalam Kutoarjo atau Prembun. Kereta yang berangkat setelah jam tingkah laku kantoran diantaranya ialah Sawunggalih Malam, Divergen Utama Yogya, Bertentangan Utama Solo, serta Progo, kereta mereka berangkat dari Stasiun Pasar Senen. Jika kamu berangkatnya dibanding Stasiun Jakarta Metropolitan ada Kereta Serayu Malam yang meningkat jam 21. 00, kereta ini menjalani jalur selatan maka itu akan memakan waktu yang lebih lapuk.

Dari Stasiun Purwokerto kamu bisa melanjutkan perjalanan menuju Stasiun Purwokerto dengan turun angkot, dari Terminal Purwokerto lanjutkan bertambah mikrobis tujuan Wonosobo, nantinya turun di alun - aliran Wonosobo, biasanya disana ada mikrobis secara ke Dieng lagi ngetem.



Nah, saat ini kamu sudah sampai Dieng nih, bagus itu naik penghubung atau naik bis. Baiknya kamu cari homestay dulu bagi leyeh - leyeh sebentar untuk menjatuhkan energi yang sudah banyak terbuang pada perjalanan. Di Dieng jangan khawatir, banyak homestay - homestay yang harganya gak menguras kantong sampeyan. Rata - peras homestay di Dieng itu sekitar 75 ribu hingga 250 ribu per malamnya, dimana harga begitu bisa kamu untuk rata apabila engkau membawa teman, lazimnya 1 kamar itu bisa di sharing untuk 3 orang. Makanya kalo ke Dieng minimal berdua biar budget sampeyan bisa lebih pemikiran kawan.

Menikmati Lautan dan Mendaki Gunung Anak Krakatau

posted on 26 Sep 2015 16:26 by pakargayahidupbagus
Di terminal Kampung Rambutan, terlihat kira-kira pemuda-pemudi dengan tas punggung warna-warni hanyut bercengkerama. Salah satunya merupakan saya. Kami merindukan bus malam dengan akan membawa aku ke pelabuhan Merak. Tujuan liburan kita kali ini adalah Anak Krakatau yang terletak di Selat Sunda.

Masih banyak secara menyebutnya sebagai paket wisata gunung krakatau, padahal Krakatau sudah meletus dgn hebatnya pada tahun 1883 hingga menyingkirkan kurang lebih 36. 000 jiwa. Saat ini, seluruh dunia diselimuti suasana yang kelam dan mencekam. Titah letusannya terdengar lalu 4600 kilometer jauhnya, semburan debu vulkaniknya mencapai 80 meter dan muntahan karang vulkaniknya berhamburan ke Sri Lanka, India, Pakistan, Australia & Selandia Baru.



Dari segi sejarawan, Gunung Krakatau pun masih punya "ibu" yaitu Gunung Krakatau Purba (Gunung Batuwara) yang ketika meletus memisahkan darat Jawa dan Sumatera. Tepi-tepi kawah Krakatau Purba dikenal dengan Pulau Rakata, Darat Panjang dan Daratan Sertung.

Kami enyah menuju pelabuhan Merak dari terminal Pedalaman Rambutan dengan tinggal landas bus yang ongkosnya 17. 000 rupiah (sebelum bbm naik) pukul 23. 50 dan tiba umumnya 4. 10 subuh. Tungpeng selaku presiden rombongan langsung mengantarkan kami semua di loket kapal ASDP dan menyeberang ke Bakauheuni, Lampung.

Sepanjang 2, 5 beker perjalanan laut, kita hanya duduk berlabun-labun di dek kapal sambil makan cemilan dan menikmati hembusan angin laut. Saking asyiknya, tidak terasa langit sudah tegas dan tahu-tahu bahtera sudah tiba di Lampung.

Turun mulai kapal, kami tepat mencari angkot guna disewa ke dermaga Canti, tempat yang mana kami akan dijemput oleh kapal kayu mengeksplor kawasan Anak Krakatau. Karena lapar, kami sempat keluar di tengah-tengah pelancongan untuk makan pagi di sebuah warung nasi dan liat jalan lagi.

Matahari belum tinggi ketika kami tiba di dermaga Canti. Jam menunjukkan pukul tujuh. 40. Terlihat kulit kayu yang aku sewa sudah menuntut.

Harga sewa bahtera kayu ini sekitar 2-2. 5 juta per kapal beserta maksimal penumpang 20 orang. Ketika diberitahu bahwa nanti di perjalanan menuju Pulau Sebesi (tempat kami menginap) kami mau snorkeling di kerajaan Pulau Sebuku, segenap langsung bergegas ke kamar mandi dan berganti baju renang. Sehingga ketika kami sampai di Sebuku, semuanya siap nyebuuuuuurrrr....

Berpapasan dengan suku lokal yang padahal menyeberang dari Sebesi menuju Dermaga Canti. Motor juga diangkutnya pakai kapal ini. Saking ramahnya mereka melambaikan tangan.

Plong bermain air di Sebuku yang biru, kapal bertolak menuju pulau Sebesi. Aku langsung diantarkan di guest house milik Pemerintah daerah serta dibagi dua lajur, perempuan dan laki2. Satu kamar sanggup menampung 10-20 orang dengan tarif 200 ribu per malam. Kalau musim rekreasi, rumah-rumah penduduk saja disewakan untuk wisatawan. Oh ya, listrik hanya hidup dari jam 06. 00 sore hingga 00. 00 WIB.